News Sukamara – Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), memberikan pelatihan keterampilan bertani kepada ratusan calon transmigran yang akan ditempatkan di sejumlah lokasi transmigrasi tahun ini. Pelatihan ini bertujuan membekali para peserta dengan kemampuan dasar bercocok tanam agar mampu mandiri secara ekonomi setelah menetap di daerah tujuan.

Kepala Disnakertrans Sukamara, Suharno, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan sebelum keberangkatan transmigran ke lokasi baru. “Kami ingin memastikan para calon transmigran benar-benar siap, tidak hanya secara fisik tetapi juga keterampilan. Bertani adalah bekal utama mereka untuk hidup mandiri,” ujarnya di Sukamara, Selasa (12/11/2025).
Baca Juga : Insiden Penghalangan Wartawan di Pemalang, Disnaker Minta Saling Memaafkan
Fokus pada Pertanian Berkelanjutan
Menurut Suharno, pelatihan tersebut diikuti lebih dari 120 calon transmigran yang berasal dari berbagai kecamatan. Mereka dibekali teknik bercocok tanam padi, palawija, hingga hortikultura dengan sistem pertanian berkelanjutan. Materi juga mencakup pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, serta pemanfaatan teknologi pertanian sederhana.
“Kami tekankan pada aspek efisiensi dan keberlanjutan. Tidak hanya menanam, tetapi juga bagaimana menjaga kesuburan tanah dan mengelola hasil panen agar bernilai ekonomi,” jelasnya.
Pelatihan digelar selama lima hari dengan instruktur dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP) serta praktisi lokal yang berpengalaman. Peserta juga diajak langsung ke lapangan untuk praktik menanam dan mengelola lahan percontohan.
Dorong Kemandirian dan Peningkatan Ekonomi
Salah satu peserta pelatihan, Nurhayati, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan belajar sebelum ditempatkan di lokasi transmigrasi. “Kami jadi tahu cara menanam yang baik dan benar. Dulu hanya tahu bertani secara tradisional, sekarang diajarkan cara yang lebih modern dan efisien,” ujarnya.
Suharno menambahkan, pemerintah berharap transmigran tidak hanya mampu bertahan hidup di lokasi baru, tetapi juga berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah. “Dengan keterampilan yang cukup, mereka bisa menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produksi pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan lokal,” katanya.
Komitmen Pemerintah Daerah
Program pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sukamara dalam mendukung suksesnya program transmigrasi nasional yang digalakkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Pemerintah daerah juga berjanji akan terus melakukan pendampingan pascakeberangkatan agar para transmigran dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
“Transmigrasi bukan hanya soal pemindahan penduduk, tetapi pembangunan manusia dan wilayah. Sukamara siap menjadi contoh transmigrasi yang berhasil dan berkelanjutan,” pungkas Suharno.









