News Sukamara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan kesiapan untuk menyelaraskan seluruh program pendidikan daerah dengan kebijakan nasional. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan, memperluas akses, serta memastikan implementasi kurikulum dan pembangunan infrastruktur pendidikan berjalan lebih efektif dan seragam di seluruh wilayah.

Komitmen Pemerintah Daerah untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
Penjabat Gubernur Kalteng menegaskan bahwa sinkronisasi program menjadi strategi utama dalam mempercepat pembangunan sektor pendidikan, mulai dari jenjang dasar hingga menengah. Pemprov menilai kebijakan pusat, seperti peningkatan kompetensi guru, pemerataan fasilitas, hingga transformasi digital pendidikan, harus didukung penuh oleh pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan merata oleh masyarakat.
Baca Juga : Lima parpol di Kalteng angkat suara terkait pemangkasan TKD
“Pemerintah pusat telah menyiapkan banyak program untuk mendorong kualitas pendidikan. Tugas kami di daerah adalah memastikan semua program itu terimplementasi tanpa hambatan, bahkan diperkuat dengan inovasi lokal,” ujar pejabat terkait dalam forum koordinasi pendidikan di Palangka Raya.
Kurikulum dan Digitalisasi Jadi Fokus Sinkronisasi
Dalam pertemuan tersebut, salah satu poin utama adalah penyelarasan penerapan Kurikulum Merdeka. Kalteng memastikan seluruh satuan pendidikan, termasuk yang berada di wilayah terpencil, akan mendapatkan pendampingan agar penerapannya tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberi ruang bagi kreativitas guru dan siswa.
Selain itu, agenda digitalisasi pendidikan menjadi fokus berikutnya. Pemprov berencana memperluas jaringan internet sekolah, menambah perangkat komputer, serta memperkuat pelatihan guru untuk penggunaan teknologi pembelajaran. Upaya itu dilakukan berdasarkan arahan Kemendikbudristek untuk mempercepat transformasi digital di seluruh provinsi di Indonesia.
“Bukan hanya kota besar, sekolah di daerah aliran sungai dan pedalaman Kalteng juga harus merasakan manfaat digitalisasi. Ini penting agar kualitas pembelajaran tidak lagi terhambat oleh jarak,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Kabupaten/Kota untuk Percepatan Program
Pemprov Kalteng juga meminta pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat koordinasi melalui forum-forum pendidikan regional. Tujuannya agar data kebutuhan pendidikan, mulai dari angka kekurangan guru, fasilitas sekolah, hingga kondisi siswa, dapat diperbarui secara cepat dan akurat. Dengan data yang terintegrasi, perencanaan anggaran dan pelaksanaan program dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Beberapa kabupaten telah menyampaikan kesiapan mendukung program pusat, seperti revitalisasi SMK, penguatan literasi dan numerasi, serta pemerataan guru honorer menjadi ASN-PPPK.
Harapan untuk Pendidikan yang Lebih Setara
Melalui sinkronisasi kebijakan ini, Pemprov Kalteng berharap kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dapat terus diperkecil. Pemerintah menargetkan peningkatan capaian indeks pembangunan manusia (IPM) di sektor pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta percepatan pemerataan sekolah layak di seluruh provinsi.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin Kalteng maju bukan hanya dalam sektor ekonomi, tetapi juga dalam kualitas generasi mudanya,” tutup pejabat tersebut.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah pusat dan daerah, Kalteng optimistis mampu mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif, modern, dan merata bagi seluruh masyarakat.









