News Sukamara — Sebuah angin puting beliung menerjang kawasan peternakan sapi di Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, pada Selasa (18/11/2025) siang. Peristiwa yang berlangsung kurang dari 10 menit itu menyebabkan puluhan kandang rusak, beberapa peralatan usaha beterbangan, dan membuat para peternak panik menyelamatkan ternak mereka. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kronologi Kejadian
Menurut keterangan warga, angin kencang tiba-tiba muncul dari arah utara disertai hujan deras. Puting beliung kemudian menghantam area peternakan yang berada di lahan terbuka.
Baca Juga : Pemkab Gumas siapkan sejumlah langkah strategis hadapi 2026
“Suaranya keras sekali, seperti deru pesawat. Tiba-tiba atap kandang terangkat dan beterbangan,” ujar Hartono, salah satu peternak setempat yang kandangnya mengalami kerusakan cukup parah.
Sejumlah video amatir warga memperlihatkan atap seng terbang ke udara dan beberapa tiang kandang patah diterjang angin kuat. Beberapa sapi dilaporkan lepas dari kandang, namun berhasil diamankan kembali oleh pemilik.
Kerusakan dan Jumlah Ternak Terdampak
Data sementara dari Pemerintah Desa Jelai Hulu menyebutkan sedikitnya 18 kandang sapi rusak, lima di antaranya dalam kondisi roboh total. Selain itu, pakan ternak, alat pemerah susu, dan mesin pompa air juga mengalami kerusakan.
“Kami masih melakukan pendataan. Perkiraan sementara, ada lebih dari 70 ekor sapi yang terdampak, meski sejauh ini tidak ditemukan hewan yang mengalami luka berat,” kata Sekretaris Desa Jelai Hulu, Nur Ahmad.
Akibat kerusakan fasilitas kandang, beberapa peternak terpaksa memindahkan sapi mereka ke lokasi yang lebih aman. Pihak desa juga telah menyiapkan posko sementara untuk memfasilitasi kebutuhan darurat peternak.
Respons Pemerintah dan Upaya Penanganan
BPBD Kabupaten Sukamara langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan membantu proses pembersihan. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan turut bergotong-royong menyingkirkan puing-puing bangunan.
“Kami sudah menurunkan tim untuk menilai kerusakan dan menetapkan langkah bantuan. Fokus pertama adalah memastikan keselamatan ternak dan pemiliknya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sukamara, Rudi Hartawan.
Rudi menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan guna menyiapkan bantuan berupa pakan darurat dan perbaikan fasilitas dasar.
Peternak Harapkan Bantuan Perbaikan
Sejumlah peternak mengaku kesulitan melanjutkan aktivitas karena kandang rusak parah. Mereka berharap pemerintah segera memberikan bantuan material untuk percepatan pemulihan.
“Kami berharap ada bantuan secepatnya. Kandang roboh, sapi tidak bisa dibiarkan di luar terlalu lama,” ungkap peternak lainnya, Samsuri.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di wilayah Sukamara terpantau kembali kondusif. Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada mengingat intensitas hujan dan angin kencang di Kalimantan Tengah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.









