News Sukamara – Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara mencatat, sejak Januari hingga September 2025 terdapat 55 kasus DBD yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kasus Meningkat di Musim Pancaroba
Kepala Dinas Kesehatan Sukamara, dr. Yuliana, mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor pemicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD.
Baca Juga : Awalnya Kenal di Game Online, Terlibat Asmara, Berakhir Hilang Nyawa setelah Putus Cinta
“Selama sembilan bulan terakhir, total ada 55 pasien yang terkonfirmasi DBD. Meski belum ada laporan korban jiwa, peningkatan kasus ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan pola kenaikan musiman,” jelas dr. Yuliana saat ditemui, Kamis (7/11/2025).
Ia menambahkan, sebagian besar kasus ditemukan di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Sukamara dan Jelai. Pihaknya juga telah menyiagakan seluruh puskesmas untuk memperkuat upaya deteksi dini dan penanganan cepat bagi pasien dengan gejala demam berdarah.
Imbauan 3M Plus untuk Masyarakat
Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, Dinkes Sukamara kembali mengajak warga melaksanakan gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta menambahkan langkah pencegahan lain seperti menabur abate dan memasang kelambu.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kunci pencegahan DBD ada pada kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Jangan biarkan genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” tegasnya.
Selain itu, petugas kesehatan juga terus melakukan fogging fokus di wilayah yang ditemukan kasus baru. Namun, dr. Yuliana menekankan bahwa fogging bukan solusi utama, melainkan langkah tambahan untuk memutus rantai penularan.
Sekolah dan RT Dilibatkan dalam Pemantauan Jentik
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan juga menggandeng sekolah dan pengurus RT untuk aktif dalam kegiatan pemantauan jentik berkala (PJB). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemberantasan sarang nyamuk berjalan efektif hingga ke tingkat rumah tangga.
“Kami mengaktifkan kembali kader jumantik di lingkungan sekolah dan perumahan agar setiap minggu bisa melakukan pemeriksaan dan pelaporan kondisi jentik,” ujar dr. Yuliana.
Ia berharap masyarakat tetap waspada, terutama memasuki akhir tahun di mana curah hujan mulai meningkat. “Musim hujan biasanya diikuti lonjakan kasus. Jadi mari bersama-sama menjaga lingkungan agar bebas DBD,” pungkasnya.









