News Sukamara – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM (DPKUKM) memutuskan membatalkan pengiriman calon transmigran ke Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Keputusan ini muncul setelah adanya penolakan dari masyarakat dan pemerintah daerah tujuan, serta adanya pertimbangan terkait keamanan.

Penyebab Pembatalan dan Rencana Alternatif
Baca Juga : Kisah Upacara Pengibaran Bendera di Laut Gunungkidul, Peserta Digulung Ombak dan Diempas Angin
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Nanang Putranto, menyampaikan bahwa upaya pengiriman transmigran awalnya dijadwalkan ke Sukamara, serta wilayah lain seperti Keladen di Kalimantan Timur dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Namun, program ke Sukamara dibatalkan karena kebijakan Bupati setempat yang hanya memprioritaskan warga lokal.
Meskipun batal, program transmigrasi tetap berjalan. Pemkab memastikan bahwa proses seleksi terhadap calon transmigran berlangsung ketat, mencakup observasi sosial ekonomi, kepemilikan aset, kesiapan mental, keahlian, dan bebas dari utang kepada lembaga keuangan yang ditargetkan untuk pelunasan sebelum diberangkatkan.
Kuota dan Penempatan Baru
Gunungkidul masih memiliki alokasi lima kuota KK transmigran tahun 2025. Dari alokasi tersebut, dua kuota telah terisi melalui seleksi yang tengah berjalan. Saat ini, Pemkab sedang menunggu arahan dari Kementerian Transmigrasi RI mengenai lokasi alternatif, yang kini diperkirakan berada di Sulawesi. Nantinya, calon transmigran akan dimasing-masing dimintai persetujuan untuk lokasi baru tersebut.
Komitmen Pemkab dalam Program Transmigrasi
Diketahui bahwa Pemkab Gunungkidul menjalankan program transmigrasi dengan prinsip transparansi dan selektivitas. “Proses seleksi dilakukan secara ketat…” jelas Supartono, Kepala DPKUKM Gunungkidul, menegaskan pentingnya memenuhi kriteria termasuk melunasi utang sebelum diberangkatkan.
Kesimpulan
Pembatalan keberangkatan calon transmigran ke Sukamara menjadi pelajaran penting tentang sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah tujuan. Pemerintah Gunungkidul tetap optimistis bahwa transmigrasi dapat berjalan lancar dengan mencari lokasi pengganti dan tetap memperhatikan aspek kesejahteraan dan kesiapan calon transmigran.








